Showing posts with label yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label yogyakarta. Show all posts

Sunday, April 17, 2011

Makanan Khas Yogyakarta Daftar Nama Masakan Jajanan Kuliner Khas Asli Dari Yogyakarta - Provinsi Yogyakarta yang sering juga di sebut dengan kota budaya menjadi salah satu daerah tujuan wisata populer di Indonesia. Tak heran apa saja yang berhubungan dengan pariwisata di Yogyakarta menarik untuk di jelajahi termasuk dalam hal makanan khasn ya.

Yuk kita kenali  budaya indonesia, wisata indonesia dan  makanan khas indonesia yang berasal dari Yogyakarta.   Mungkin kebanyakan orang tahunya cuma gudeg Yogya yang memang sudah sangat terkenal tersebut. Tapi sebetulnya masih banyak nama makanan khas Yogya seperti kue tradisional Yogya, Masakan atau minuman asli khas dari Yogya, hingga jajanan atau kue tradisional dari yogya.


Yuk kita cari tahu daftar makanan, masakan, atau kue yang khas asli berasal dari Yogyakarta :

Masakan Makanan Kuliner Khas Asli Yogyakarta :

Gudeg Yogya / Gudeg Nangka
Buat penggemar kuliner nama Gudeg tentu sudah tidak asing di telinga. Nama Gudeg kalau dalam bahasa Jawa adalah gudheg, merupakan makanan khas yang berasal dari Yogyakarta dan Jawa Tengah. Makanan ini terbuat dari bahan nangka muda dan dimasak dengan santan. Untuk memperoleh rasa yang lezat dan enak di butuhkan waktu yang cukup lama hingga berjam-jam lamanya untuk membuat masakan ini.

Seringkali terlihat Gudeg memiliki warna coklat hal ini biasanya dihasilkan karena daun jati yang dimasak bersamaan. Biasanya dalam penyajiannya Gudeg dimakan dengan nasi panas dan disajikan dengan kuah santan kental, daging ayam kampung, telur ayam, tahu serta sambal goreng krecek.

Nah kalau Gudeg merupakan jenis masakan kuliner yang biasanya untuk acara makan besar, sekarng kita cari tahu nama makanan ringan, kue atau jejanan kuliner khas asli Yogya.

Kue Jajanan Khas Asli Yogyakarta

Bakpia Yogya
Kue atau jajanan Bakpia merupakan jenis makanan yang bahannya terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula dan dibungkus dengan tepung kemudian dipanggang. Di setiap Kue Bakpia ini ada isinya. Isi bakpia juga bermacam-macam dan tidak hanya kacang hijau. Mungkin juga karena perkembangan dan agar tidak bosan. Jika Anda kebetulan pergi ke Yogya dan ingin membeli oleh oleh Bakpia ini ada beberapa rasa bakpia yang bisa di pilih di antaranya cokelat, rasa keju, kumbu hijau, atau kumbu hitam. Bakpia yang cukup populer dan dikenal salah satunya yang berasal dari daerah Pathok (Pathuk), Yogyakarta.

Sebetulnya masih banyak nama makanan dari yogya seperti Ampyang, Cemplon, Enting-enting, Geplak, Getuk, Ongol-ongol dan masih banyak lainya.

Friday, January 28, 2011

Video Crop Circle Sleman Yogyakarta Penampakan Lambang UFO Pertama kali Di Indonesia - Penampakan Lambang UFO di Sleman adalah Pertamakali di Indonesia. Lambang misterius yang diduga warga berasal dari pendaratan pesawat Unidentified Flying Object (UFO) di Sleman,Yogyakarta, ternyata baru pertamakali muncul di Indonesia.

Dalam sejarah, lingkaran aneh yang dikenal sebagai crop circle ini lebih sering muncul di eropa.

Situs ensiklopedia bebas terbesar, Wikipedia, Senin (24/1/2011), menulis bahwa 90 persen lingkaran aneh tersebut lebih sering terjadi di kawasan Inggris bagian selatan. Kemunculancrop circle ini semakin meningkat setelah tahun 1970-an.

Setidaknya sebanyak 26 negara pernah melaporkan adanya crop circle. Negara-negara tersebut seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris, namun tak ada laporan serupa dari Indonesia.

Wikipedia juga menulis aneka macam praduga terkait pembentukan lingkaran aneh ini. Dari mulai dibuat dengan menidurkan tanaman dengan ikatan tali sampai dengan pemotong rumput.

Beberapa crop circle, menurut Wikipedia, juga dibuat dengan sengaja oleh perusahaan sebagai iklan produk mereka. Ada juga orang-orang yang membuat crop circle untuk sekedar berunjukrasa.

Sebelumnya diberitakan, warga Sleman, Yogyakarta, dihebohkan oleh tanda misterius di persawahan yang muncul usai angin kencang. Warga setempat meyakini tanda yang berbentuk lingkaran raksasa tersebut sebagai pendaratan pesawat 'UFO' dari planet lain.

Lambang (Foto) UFO Sleman Crop Circle tersebut berbentuk lingkaran berdiameter 70 meter. Di tengah lingkaran raksasa tersebut terdapat lambang misterius. Tanda tersebut dibentuk oleh hamparan padi yang rebah setelah angin kencang tersebut.

Pihak Kepolisian pun membenarkan munculnya lambang misterius 'UFO' tersebut. Polisi bahkan sudah mengabadikan peristiwa langka tersebut. detik.com

Video Crop Circle Sleman Yogyakarta (Youtube)



Sunday, January 16, 2011

Tempat Hiburan Malam Yogya Daftar Tempat untuk Dugem Clubbing Nongkrong Kongkow Asik Di Yogyakarta - Kota Yogya lebih menarik jika di datangi waktu malam hari. Salah satu tempat yang sangat populer di Yogyakarta adalah Jl Malioboro yang paling sering di kunjugi wisatawan lokal atau mancanegara.

Namun Yogya tidak hanya Malioboro. Kota budaya ini terlihat hidup maktu melem menjelang. Dimanakah tempat yang menarik untuk menikmati malam di Yogya? Berikut ini daftar tempat hiburan malam yang bisa Anda kunjungi :

Cafe
1. Empire Cafe ( Perempatan Gejayan / Ringroad )
2. Jendela Cafe ( Toko Buku Toga Mas )
3. Kedai Kopi ( Jl. Selokan UGM belakang Mirota Gejayan )
4. Cheer’s Cafe ( Jl. Selokan UGM belakang Mirota Gejayan )
5. Momento ( Sebelah LIA Jembatan Merah )
6. Snap Cafe ( sebelah selatan pertigaan samirono )
7. Beyond Cafe
8. Moviebox Cafe
9. Hugo’s Cafe
Alamat : Jl.Laksda Adisucipto km 8,7 Komp. Sheraton Mustika Hotel Yogyakarta
Telp : 0274-484204
10. Caesar Cafe n Lounge
Alamat : Plaza Ambarrukmo Lt. 3, Jl. Laksda Adisucipto
Telp : (0274) 4331020,
Fax : (0274) 4331021
11. Liquid Cafe (RECOMENDED)
Alamat : Jl. Magelang Km 5,5
Telp : (0274) 622020
12. Embassy Café
Alamat : Sheraton Hotel, Jl. Laksda Adisucipto Km 8,7.
13. Republic Cafe
Alamat : Natour Hotel Garuda Yogyakarta, Jl. Malioboro No. 62, Yogyakarta
Telp : (0274) 519773

Daerah Sagan
1. Gabah Resto ( Jl Dewi Sartika, belakang SMU 9 Jogja )
2. OWN Cafe ( Jl. Dewi Sartika, belakang SMU 9 Jogja )
3. Rumah Kopi ( Jl. Sagan, sebelah hotel indraloka )
4. Rumah Cokelat Jl. Cik Di Tiro, sebelah lab Pramitha )
5. Dekat Rumah ( sebelah Hotel Galuh, SMU 9 Jogja
6. Bella Viesta ( Sebelah LIP – lembaga Indonesia Prancis )
7. Bengawan Solo Cafe ( perempatan pom bensin Sagan, sebelah Wisma MM UGM )

Daerah Seturan Condongcatur Sleman

1. Gubug Kopi
2. Sky Garden
3. Grissee
4. Warung Lenggahan
5. Rumah Kopi
6. Angkringan Cafe

Daerah Nologaten Condongcatur
1. B-Jonk ( Jl. Nologaten, belakang Ambarukmo Plaza )
2. Kopi Plus ( sebelah barat pertigaan Pringwulung)
3. Kedai Nusantara ( Jl. Nologaten, belakang Ambarukmo Plaza )
4. Kedai Pendekar ( Selokan Mataram, Pringwulung )

5.Kopi Balndongan (Daerah sorowajan, selatan Amplaz)

Jl. Kaliurang
1. Kedai Kopi ( Perempatan Kentungan )
2. Book Point ( Depan Superindo Jakal KM 7 )
3. Lor Kali ( Perempatan MM UGM, Belakang Artha Digital )

4.AQEELA COFFEE RESTO (JL.KALIURANG KM 6,3 NO 5 Yogyakarta / Utara Superindo Jakal)
5. Ningratri (Barat Rumah Makan Sederhana)

Jl. Solo
1. Oh lala Cafe ( Saphir Square )
2. V-Art Cafe ‘n Galery ( Sebelah museum Affandi, sebelah KFC UIN )
3. Relax Cafe ( Sebelah museum Affandi, sebelah KFC UIN )
4. Banaran Cafe ( Wisma LPP Jl. Solo)

Jogja Selatan(Juga sering untuk nongkrong bule)

1. Sepanjang Jl Prawirotaman (Janur Cafe, Renzo Cafe, Via Via Cafe)

2. Sepanjang Jl Parangtritis (Banana Cafe, Ruis Cafe, Made Cafe)

3.Sepanjang Jl Tirtodipuran (Kedai Kebun)




Tuesday, January 11, 2011

Kebakaran Ambarukmo Plaza Amplaz Berita Peristiwal Mall Ambarukmo Yogyakarta Terbakar - Peristiwa kebakaran yang melanda Ambarukmo Plaza (Amplaz) membuat pengunjung dan karyawan mal terbesar di Yogya itu kocar-kacir. Mereka berusaha menyelamatkan diri melalui tangga darurat di bagian belakang mal.

Gambar Foto Plaza Ambarukmo amplaz Yogyakarta Terbakar

Plaza Ambarukmo amplaz Yogyakarta Terbakar

"Karyawan dan pengunjung menyelamatkan diri melalui tangga darurat di bagian belakang gedung Ambarukmo. Kebakaran terjadi di lantai 2," kata salah seorang karyawati, Harini, di lokasi kejadian, Yogyakarta, Selasa (11/1/2011).

Harini adalah karyawati yang bekerja di sebuah cafe di lantai 3. Harini bersama 3 rekannya lari menyelamatkan diri setelah melihat ada asap putih keluar dari lorong outlet.

"Saat kejadian listrik belum padam sehingga kita masih mengemasi beberapa barang untuk dimasukkan ke outlet tapi karena tergesa-gesa jadi lari," ungkapnya.

Menurutnya, ratusan pengunjung dan karyawan berlarian menyelamatkan diri dari kebakaran Amplaz 2011 Ambarukmo Plaza melalui tangga darurat. Beberapa orang memang ada yang nekat menerobos pintu masuk depan namun dilarang oleh petugas keamanan.

"Sama satpam disuruh lari ke pintu darurat," terangnya.

Pantauan reporter detikcom, beberapa pemilik kendaraan bermotor yang parkir di belakang gedung langsung membawa kabur mobilnya. Petugas pemadam kebakaran dan puluhan polisi terus berjibaku memadamkan api dan menjaga lokasi kebakaran. Lebih dari 12 mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi

Sementara, jalan di depan Amplaz saat ini masih ditutup polisi. Ribuan warga juga masih berkerumun menonton sisa-sisa kebakaran. detik.com

Thursday, December 9, 2010

Budaya Yogyakarta Kebudayaan DIY Daerah Isteimewa Yogyakarta - Propinsi Yogyakarta sering di sebut sebagai kota budaya. Daerah ini memang sangat terkenal memiliki kekayaan budaya yang beragam.

Dalam hal kebudayaan propinsi Yogyakarta masih sangat kental dengan budaya Jawanya. Dalam kehidupan sehari-hari seni dan budaya seolah tak terpisahkan dan sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Terbukti mulai masih kanak-kanak sampai dewasa, banyak masyarakat Yogyakarta sangat sering menyaksikan dan mengikuti beraneka ragam acara kesenian dan kebudaya di kota ini.

Tradisi selalu di pertahankan oleh kebanyakan masyarakat Yogyakarta. Bahkan setiap tahapan kehidupan mempunyai arti tersendiri. Nilai-nilai tradisional selalu mewarnai upacara-upacara adat budaya Yogya. Bagi masyarakat propinsi Yogyakarta, seni dan budaya sudah menjadi satu bagian yang seolah tak terpisahkan dari kehidupan mereka.

Salah satu kesenian khas daerah Yogyakarta antara lain kethoprak, ada juga jathilan, serta wayang kulit yang sudah menyatu menjadi bagian budaya Indonesia. Selain itu propinsi Yogyakarta juga sudah dikenal dalam pembuatan pakaian tradisional dengan dengan cara dan gaya yang unik seperti batik kain dicelup.

Dalam berkomunikasi, bahasa pengantar sehari-hari umumnya masyarakat Yogyakarta menggunakan bahasa Jawa. Propinsi Yogyakarta merupakan salah satu pusat bahasa dari sastra Jawa seperti bahasa parama sastra, ragam sastra, bausastra, dialek, sengkala serta lisan dalam bentuk dongeng, japamantra, pawukon, dan aksara Jawa.

Untuk melestarikan budaya Yogya terdapat prasarana budaya sebagai penunjang terhadap kelestarian serta pengembangan kreativitas seniman Yogyakarta dan hingga sekarang terdapat 130 buah prasarana seperti panggung kesenian, pendopo, ruang pameran, ruang seni pertunjukan, studio musik balai desa, auditorium, sanggar seni, lapangan dll.

Tuesday, December 7, 2010

Keistimewaan Yogyakarta Sejarah Propinsi DIY Daerah Istimewa Yogyakarta - Daerah Yogyakarta merupakan salah satu propinsi Indonesia yang memiliki keistimewaan seperti halnya Daerah Istimewa Aceh di pulau Sumatera.


Artikel sumber dari Kompas.com Keistimewaan Yogyakarta tidak patut dipertanyakan lagi. Pemerintah pusat juga tidak sepatutnya menyebut Keraton Yogyakarta sebagai bagian dari monarki. ”Mereka yang mempertanyakan keistimewaan Yogyakarta tidak mengerti sejarah dan sumbangsih Yogyakarta,” kata sosiolog Hotman Siahaan dari Unair Surabaya, Senin (29/11/2010).

Menurut Hotman, menilai sistem pemerintahan di Provinsi DIY bersifat monarki jelas salah alamat. Kalau toh ada anggapan monarki, istilah itu dalam konteks simbolisasi kultural Jawa. Monarki itu jelas bukan monarki politik.

”Pemerintahan di Yogyakarta menerapkan semua prinsip demokrasi dan administrasinya seperti halnya provinsi lain. Karena itu, tidak tepat jika Presiden tidak segera mengesahkan keistimewaan Yogyakarta.”

Senada dengan Hotman, pakar hukum tata negara UAJY Hestu Cipto Handoyo menilai Amanat 5 September 1945 menguatkan status keistimewaan DIY dari sisi hukum dan historis.

Mayoritas fraksi di DPR pun menyepakati penetapan Sultan HB dan Paku Alam sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DIY. Selain diinginkan rakyat, konstitusi juga telah menjamin keistimewaan sebuah daerah sehingga penetapan Sultan dan Paku Alam sebagai kepala daerah bukanlah bentuk monarki politik.

Anggota Komisi II dari F-PDIP Arif Wibowo di Jakarta menyatakan, keistimewaan sebuah daerah sudah dijamin dalam konstitusi, tepatnya dalam Pasal 18 UUD 1945.

Sekretaris F-PAN Teguh Juwarno menambahkan, Pemprov DIY tidak menganut sistem monarki. Kedudukan Gubernur dan Wagub DIY sama persis dengan gubernur-wagub di daerah lain.

Sementara anggota Komisi II dari F-Partai Golkar Idrus Marhan mengatakan, seharusnya DIY tetap tunduk pada UU Pemerintahan Daerah, dan gubernur-wagub ditetapkan melalui pemilihan langsung dalam pilkada. ”Saya setuju dengan keistimewaan Yogya. Tetapi keistimewaannya itu pada budaya, bukan pada tata kelola pemerintahan,” katanya.

Namun, mantan anggota Komisi II DPR dari F-Partai Golkar, Ferry Mursyidan Baldan, mengatakan keistimewaan Yogyakarta tidak boleh dihilangkan.

Sebelumnya, beberapa media memberitakan, terkait penyusunan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) DIY, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat membuka rapat kabinet terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (26/11/2010), menyatakan, nilai-nilai demokrasi tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu, tidak boleh ada sistem monarki yang bertabrakan, baik dengan konstitusi maupun dengan nilai-nilai demokrasi.

Pemerintah pusat harus menjamin status keistimewaan bagi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tetap dipertahankan. Jaminan itu penting sejalan dengan kian dekatnya masa jabatan periode kedua Gubernur DIY dan Wakil Gubernur DIY, yang dijabat Sultan Hamengku Buwono X dan Paku Alam IX, yang berakhir pada 9 Oktober 2008.

Pemerintah pusat juga menjanjikan perpanjangan masa jabatan gubernur dan wagub sampai undang-undang (UU) yang mengatur keistimewaan DIY secara detail selesai. Minggu (28/9), anggota DPRD DIY, Heru Wahyukismoyo, menyebutkan, pemilihan kepala daerah secara langsung sebenarnya tak sejalan dengan Sila IV Pancasila, yakni musyawarah dan mufakat sebagai amanat demokrasi Pancasila. Jadi, jika gubernur-wakil gubernur DIY tak dipilih secara langsung, bukan pelanggaran atas konstitusi. ”Turbulensi politik ini akibat reformasi konstitusi yang tidak konsisten dengan akar kebangsaan,” katanya.

Guru besar sejarah Universitas Gadjah Mada, Joko Suryo, menuturkan, salah satu sisi yang harus menjadi pertimbangan penting dalam pembahasan keistimewaan DIY adalah konteks sejarah yang melatarbelakanginya. ”Hanya dengan menilik sejarah berdirinya Keraton Yogyakarta dan penggabungannya ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kita akan bisa mendapat gambaran lengkap tentang makna keistimewaan DIY itu,” ujarnya.

Dari segi kesejarahan, Joko mengatakan, Kesultanan Yogyakarta ada lebih dahulu dibandingkan NKRI. Pada masa kolonial, sultan diakui otoritasnya sebagai penguasa wilayah Yogyakarta. ”Ini berbeda dengan kekuasaan monarki lainnya di Nusantara yang setelah ditaklukkan langsung dihapuskan Belanda,” katanya.

Hal itu, kata Joko, tak terlepas dari ikatan kuat antara sultan sebagai pengayom dan rakyat sebagai kawulanya. ”Berdasarkan pertimbangan penasihat pemerintahan kolonial saat itu, penghapusan kesultanan justru akan berpotensi besar menimbulkan gejolak di masyarakat,” katanya. Hal serupa juga berlanjut pada masa penjajahan Jepang ketika Kesultanan Yogyakarta berstatus daerah istimewa yang memiliki pemerintahan otonom.

Selo Soemardjan dalam bukunya, Perubahan Sosial di Yogyakarta, pun menjelaskan, ketika Jepang datang menggantikan Belanda untuk menjajah negara ini tahun 1942, Sultan Hamengku Buwono (HB) IX meminta agar diperbolehkan memerintah rakyat Yogyakarta secara langsung, tidak melalui pepatih dalem. Jepang meluluskan permintaan itu, bahkan melantik untuk kedua kalinya Raja Keraton Yogyakarta HB IX agar kokoh kedudukannya. Jepang memberi istilah Koti atau Daerah Istimewa Yogyakarta untuk diperintah HB IX.

Ikatan kuat antara raja dan rakyat itu, kata Joko, terus berlangsung hingga zaman modern. Salah satu yang menonjol adalah pada masa kepemimpinan HB IX, yang dinilai sebagai pemimpin yang benar-benar menunjukkan karakter kerakyatannya.

Mengenai konteks keistimewaan pada masa kemerdekaan, Joko melihat hal itu jelas tercantum dalam Amanat 5 September 1945 yang dikeluarkan HB IX dan Paku Alam (PA) VIII. Amanat itu menyatakan penggabungan diri Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman ke dalam NKRI dengan status daerah istimewa yang memiliki kekuasaan penuh untuk mengatur wilayahnya.

Amanat itu dijawab Presiden Soekarno dengan menyerahkan Piagam Kedudukan kepada HB IX dan PA VIII sebagai tanda persetujuannya pada 6 September 1945 (tertanggal 19 Agustus 1945). Hal itu juga tercantum dalam Pasal 18 UUD 1945, sebelum perubahan, yang menyatakan, negara menghormati daerah yang memiliki status istimewa.

Dari tinjauan ini, Joko menilai, secara historis, sosiologis, dan politis, pemerintahan di bawah kepemimpinan sultan adalah sistem yang paling tepat bagi Yogyakarta. ”Pemerintahan sultan menciptakan stabilitas bagi masyarakat Yogyakarta. Kalau sistem itu diganti, justru bisa menyebabkan instabilitas,” katanya.

Ketua Senat Akademik UGM Sutaryo mengatakan, tak bisa dimungkiri, ruh keistimewaan DIY adalah kepemimpinan sultan sebagai kepala daerah. ”Tanpa itu, keistimewaan tidak ada maknanya,” katanya. Ketua DPRD DIY Djuwarto berharap pemerintah pusat segera mengesahkan perpanjangan jabatan gubernur sebelum masa jabatan Sultan HB X habis. ”Hal ini untuk menghindari vakum kekuasaan di DIY,” katanya.

Mengenai Rancangan Undang- Undang Keistimewaan DIY, Djuwarto mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir karena Komisi II DPR berjanji akan membuka ruang sebesar-besarnya bagi aspirasi masyarakat Yogyakarta.



Saturday, November 6, 2010

Daftar Hotel dan penginapan murah yang ada di Yogyakarta - Buat Anda yang kebetulan sedang atau akan ke kota Yogyakarta dan sedang mencari dimanakah hotel murah di Yogyakarta, atau butuh info losmen dan penginapan murah yang ada di Yogyakarta, mungkin info ini berguna untuk Anda:


Kota Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang masuk dalam daftar Wisata Indonesia unggulan . Mungkin suatu saat nanti Anda mencari hotel dengan harga murah, atau ingin cari penginapan losmen dengan harga murah terjangkau.

Penginapan Murah "WISMA MARTHA" Yogyakarta
Lokasi di Jl. Rejowinangun No. 15a Kotagede, Yogyakarta
Phone: +62 274 7496373
Harga berkisar Rp 70 rb hingga 350 rb perkamar/malam

Hotel harga murah "HOTEL PUSPITA" Yogyakarta
Letak di Jl. Mayjend Sutoyo No. 64 Yogyakarta
Phone: +62 274 371065
Harga antara 75 rb hingga 300 rb perkamar/malam

HOTEL PUSPA INDAH Yogyakarta
Letak Lokasi hotel di Jl.Mayjen. Soetoyo No. 62, Yogyakarta
Phone: +62 274 371975
Harga sewa antara 85 rb hingga 180 rb perkamar/malam

Penginapan DELTA HOMESTAY Yogyakarta
Lokasi di Jl. Prawirotaman MG.III/597-A Yogyakarta
Phone: +62 274 7477537
Harga antara 85 rb hingga 165 rb perkamar/malam

Tuesday, October 26, 2010

Info dan berita Gunung Merapi Meletus - Pada hari Selasa 26 Oktober 2010 sekitar pukul 17.02 menitan Gungung Merapi yang berada di provinsi antara Jawa tengah dan Yogyakarta telah meletus. Gunung Merapi yang meletus telah mengeluarkan awan panas.


Peristiwa meletusnya Gunung Merapi terjadi sejak jam 5 sore lebih 02 menit WIB hingga sekitar pukul 17. 34 WIB. Selama rentang waktu tersebut telah terjadi empat kali awan panas dan sampai sekarang awan panas tersebut terus muncul dan tidak berhenti, DEmikian kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Bapak Surono di Yogyakarta.

Ada Beberapa daerah di Merapi yang rawan dengan bencana (Kawasan Rawan Bencana atau KRB) III, Daerah tyersebut adalah Kecamatan Cangkringan, daerah Pakem dan Turi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta," DEmikian kata petugas tim penolong dari Korem 072/Pamungkas Letkol Beni Nugroho di Posko Utama Penanggulangan Bencana Alam Gunung Merapi di Pakem, Kabupaten Sleman, Selasa (26/10).

Sebelum terjadinya letusan, Kawasan Gunung Merapi sudah dinyatakan sebagai daerah yang "berstatus Awas" sejak hari Senin kemarin.

Tuesday, October 6, 2009

Wisata di Yogyakarta merupakan salah satu wisata favorit dari wisata Indonesia, Banyak sekali tempat wisata dan obyek wisata yang sangat menarik dari Yogyakarta. Salaht satu contohnya adalah Malioboro yang sudah sangat terkenal itu. Malioboro adalah sebuah nama jalan di yogyakarta dan banyak sekali di jumpai padagang kaki lima yang menjual produk produk kerajinan asli Yogya dan produk produk dari daerah liannya di indonesia. Waktu yang sangat tepat untuk mengunjungi temapt wisata ini adalah saat malam hari. Sebuah keramaian yang sangat sayang untuk di lewatkan jika Anda adalah seorang yang suka hoby begadang. Beberapa tempat wisata yang berasal dari yogyakarta adalah

Candi Parambanan

Candi ini juga terkenal dengan sebutanRara Jonggrang atau Lara Jonggrang yang tempat lohasinya terletak di Prambanan. Kawasan candi ini merupakan kompleks candi Hindu terbesar yang paling besar yang ada di Indonesia. Candi ini terletak di pulau Jawa tepatnya di provinsi Yogyakarta, dengan jarak kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, Candi Prambanan terletak di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan yang wilayahnya berada di antara kabupaten Sleman dan Klaten.

Bangunan Candi Prambanan ini dibangun pada tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya.


Baca juga artikel lainnya dari Blog Indonesia tentang wisata indonesia
Mengembalikan Jati Diri Bangsa
kenali dan kunjungi obyek wisata di pandeglang




LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

FREE HOT VIDEO | HOT GIRL GALERRY