Monday, February 28, 2011

Holy Crap!!!!!!!!!!!!!!!!
The Sun came out a few minutes ago!
It seems like a long time since I've seen Old Sol and that really raises the spirits.

Guess I'll put the plans to kill the wife & kids and then commit suicide on hold for today.

Gratuitous Picture for a Now Sunny Monday-

Monday Link Dump.................
A veritable cornucopia of stuff to read today.

Found this at Roger's place this morning-

A very cool SR-71 Blackbird story
"How a Pilot Risked His Life To Spy On Libya"
"With the Libyan coast fast approaching now, Walt asks me for the third time, if I think the jet will get to the speed and altitude we want in time. I tell him yes. I know he is concerned. He is dealing with the data; that's what engineers do, and I am glad he is. But I have my hands on the stick and throttles and can feel the heart of a thoroughbred, running now with the power and perfection she was designed to possess. I also talk to her. Like the combat veteran she is, the jet senses the target area and seems to prepare herself."
Great read.

He also linked to a Doug Ross story about my least favorite, Dead Kennedy-
Newly released FBI files obtained by Judicial Watch reveal that the late Senator Ted Kennedy was quite the twisted leftist.
BTW, He's been sober for over a year now.

The last American WWI Soldier has died-
Last living US WWI vet dies in W. Va. at age 110
110 years old. Amazing. God Bless and rest well sir.

The only woman ever to make me consider a career as an internet stalker, Brigid at Home on the range, has a good post today about a topic you've heard me talking about here recently-

Budget Cuts - Storing Your Food . Good advice. I'm hoping you'll listen to her if you haven't been listening to me about this.

She had another good post on personal protection ammo the other day-
Home on the Range Advice of the Day
"If you're going to have just one bullet.

Make it hollow point."

Hard to argue with a professional.

It's incredible the amount of damage the human body can sustain and keep on going. That's good if it's YOU who need to keep on going, but not so good if it's the bad guy. Over the years, I've seen quite a few folks with gun shot wounds (GSW) come through the ER who, according to Hollywood standards, should have been very dead.

Dead ringers through the chest and even head shots and they were still very much alive and potentially dangerous.
Short story to illustrate- A few years ago after a long police chase, a young guy placed the butt of a 12gauge shotgun loaded with #7-1/2 birdshot on the ground in front of him. He then leaned his chest right on the barrel and pulled the trigger. Entry was just below and on the left of the sternum angled a bit up and to the right.
Yep, right into his heart. This happened way the hell out in the sticks and it took 20-25 minutes to get him to the hospital ER. He was still alive when they pulled up to the door of the ER where he crumped out. It took the cops and EMS a couple of minutes to subdue him at the scene and it was a good thing he didn't decide to shoot at them or have another weapon in his pocket. His heart was shredded but he still lasted all that time.
Ya just never know.

Many years ago there was a BoyScout who got to close to the Archery Range and came in looking just like Steve Martin-


Yep. Right through the friggin head. He was awake and alert and not complaining much at all. For a kid that had an arrow right through his head anyway.
We sent him to the BigCityHospital and he's probably a Lawyer or Politician now.

Yep, ya never know.

Gratuitous Picture for a Monday Afternoon-

Great game console.

Bonus Picture-






Daftar Film Terbaik Pemenang Piala Oscar 2011 Aktris Aktor Film Terbaik Dunia Peraih Academy Awards 2011 - Minggu (27/2/2011) di Kodak Theatre di Los Angeles baru saja di gelar Acara Academy Awards ke-83 2011 atau Piala Oscar 2011 .Siapa saja  pemenang di ajang Academy Award 2011?

Daftar pemenang Piala Oscar Tahun 2011/Academy Awards ke-83 2011 :

Film Terbaik - The King's Speech

Aktor Terbaik - Colin Firth - 'The King's Speech'

Aktris Terbaik - Natalie Portman - 'Black Swan'

Sutradara Terbaik - 'The King's Speech' - Tom Hooper

Aktor Pendukung Terbaik - Christian Bale 'The Fighter'

Aktris Pendukung Terbaik - Melissa Leo 'The Fighter'

Naskah Adaptasi Terbaik - 'The Social Network' - Aaron Sorkin

Naskah Asli Terbaik - 'The King's Speech' - David Seidler

Efek Visual Terbaik - 'Inception'

Sinematografi Terbaik - 'Inception' - Wally Pfister

Film Animasi Terbaik - 'Toy Story 3' - Lee Unkrich

Film Pendek (Animasi) Terbaik - 'The Lost Thing' - Shaun Tan & Andrew Ruhemann

Film Pendek (Live Action) Terbaik - 'God of Love' - Luke Matheny

Documentary (Pendek) - 'Strangers No More' Karen Goodman & Kirk Simon

Film Dokumenter (Feature) - 'Inside Job' - Charles Ferguson & Audrey Marrs

Film Asing Terbaik - 'In a Better World' (Denmark)

Desain Kostum Terbaik - 'Alice in Wonderland' - Colleen Atwood

Art Director - 'Alice in Wonderland' - Robert Stromberg, Karen O'Hara

Makeup Terbaik - The Wolfman

Musik (Original Score) - 'The Social Network” Trent Reznor and Atticus Ross

Sound Editing - 'Inception' - Richard King

Sound Mixing - 'Inception' - Lora Hirschberg, Gary A Rizzo & Ed Novick



Honda Cbr 250 Indonesia Harga Dan Spesifikasi Motor Sport Honda Cbr 250 - PADA Jumat (25/2), PT Astra Honda Motor (AHM) dengan bangga meluncurkan CBR250R di Indonesia. Bukan hanya karena sepeda motor ini menandai masuknya AHM ke pasar sepeda motor sport premium, tetapi juga karena pembuka selubung kendaraan ini dilakukan oleh tiga pembalap Casey Stoner, Dani Pedrosa, dan Andrea Dovizioso yang merupakan jagoan Honda di arena balap MotoGP.

Baca juga Harga Honda CBR 250 RR Spesifikasi Motor Honda Model Type CBR 250 RR, Ketiga pembalap tersebut menyempatkan diri untuk hadir memenuhi undangan AHM setelah mereka selesai menjalani sesi latihan resmi di sirkuit Sepang Malaysia. Mereka mendapat kehormatan untuk meresmikan hadirnya produk global Honda CBR250R di Indonesia. Seremoni acaranya sendiri dilakukan di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta.

Honda CBR250R merupakan produk global kedua yang dipasarkan oleh AHM. Sebelumnya AHM telah memasarkan produk global Honda di segmen skutik premium yaitu Honda PCX pada pertengahan tahun lalu.

"Hari ini dengan bangga kami memperkenalkan Honda CBR250R, produk global kedua kami yang juga akan dipasarkan di beberapa negara lain di Asia, Eropa, Amerika dan Australia," ujar President Director AHM Yusuke Hori.

CBR250R merupakan sepeda motor beraliran sport sejati yang ditandai dengan tampilannya yang full fairing. Fairing ini bukan hanya sekadar komponen untuk mempercantik tampilan, melainkan berungsi sebagi elemen aerodinamika kendaraan.

Selain itu, desain dan lekuk serta sudut pada desain fairing, memiliki fungsi untuk meningkatkan aliran udara pada sistem pendinginan mesin. Konsepnya sendiri, diambil dari model Honda VFR1200F dan CBR1000RR.

Sebagai pembangkit tenaga, sepeda motor ini dibekali mesin piston tunggal berkapasitas 250 cc dengan transmisi 6 tingkat kecepatan. Manajemen katupnya menganut model DOHC 4 katup, sementara sistem pembuang panasnya menggunakan model pendingin cairan alias radiator.

Untuk memenuhi standar Euro 2, mesin ini dipersenjatai sistem pasokan bahan bakar injeksi PGM-FI (Programmed Fuel Injection) dengan silencer yang telah disisipkan perangkat katalis untuk memangkas emisinya secara signifikan.

Honda juga dengan bangga menjadi produsen pertama di dunia yang mengadopsi teknologi Combined-ABS pada sepeda motor. Sebuah fitur yang memadukan antara Combi Brake System dengan Antilock Brake System yang mampu menyajikan performa pengereman aman dan efektif saat kendaraan direm secara mendadak, maupun saat jalan licin yang berdampak pada peningkatan stabilitas kontrol kendaraan.

Kenyamanan semakin bertambah dengan diaplikasikannya sistem suspensi Pro-Link di bagian belakang. Pada kendaraan roda empat, suspensi model ini akrab disebut sebagai multi link suspension. Meskipun berbeda dalam rancangan, keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu meningkatkan stabilitas dan kenyamanan.

Di Indonesia, CBR250R ditawarkan dalam tiga pilihan warna, yaitu candy ruby red, asteroid black metallic dan sword silver metallic. Sementara harga on the road di wilayah DKI Jakarta dan Tangerang, CBR250R dilego Rp39,9 juta untuk model standar dan Rp46,5 juta untuk yang telah dilengkapi fitur ABS. (mediaindonesia.com)

Hasil Pemilukada Tangsel : Pengumuman KPUD Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pilkada Tangsel - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Tangerang Selatan akan mengumumkan hasil penghitungan suara Pilkada Ulang pada Kamis (3/3) mendatang. Sementara penghitungan suara di tingkat PPK di kecamatan diusahakan akan selesai pada Selasa (1/3) besok.

Ketua KPUD Kota Tangsel Iman Perwira Bachsan mengatakan, pihaknya sudah mulai melakukan penghitungan suara Pilkada Tangsel di setiap PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) sejak Senin (28/2) ini. "Penghitungan suara di KPU sendiri paling cepat tanggal 3 Maret nanti," kata Iman di kantornya, Senin (28/2/2011).

Iman menerangkan, bila rapat pleno di tingkat PPK dapat selesai dalam waktu satu hari, pihaknya langsung akan menggelar pleno di tingkat KPU pada Kamis (3/3) sesuai tahapan jadwal. Hasil penghitungan suara tersebut akan langsung diumumkan kepada publik.

"Di rapat pleno yang akan kami gelar itu sekaligus penetapan dan pengumuman kepada publik," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, atas nama KPU pihaknya secara khusus mengimbau kepada masyarakat umum dan para kandidat dapat menerima apapun hasil Pilkada ulang. Mereka yang berseberangan prinsip pada saat pemilihan diimbau untuk rekonsiliasi pasca pemungutan ulang selesai.

"Seluruh masyarakat harus bisa berjiwa besar. Ini hanya sebuah proses untuk memilih Walikota dan Wakil Walikota Tangsel. Sebab, bagaimanapun di daerah ini harus ada pemimpin definitif," ujarnya.

Wisma Antara Kebakaran Jl Medan Merdeka Selatan Di Tutup Agar Petugas Pemadam Leluasa Memadamkan Api Di Wisma Antara Yang Terbakar - Polisi menutup sebagian Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Penutupan ini dilakukan agar pemadam kebakaran leluasa memadamkan api.


Pantauan detikcom, Senin (28/2/2010) pukul 17.15 WIB, penutupan persisnya dilakukan di depan Kantor Kementerian BUMN. Jalan dari Jl Medan Merdeka Selatan menuju Jl MH Thamrin juga ditutup. Jalan ditutup dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran.

Selain itu, perempatan di Jl Kebun Sirih dan Jl Sabang juga ditutup. Kendaraan dilarang untuk melaju masuk di dalam jalan kecil di depan Wisma Antara yang memiliki lantai lebih 20 ini.

Arus lalu lintas lalu dialihkan ke jalur lain. Untuk kendaraan di Jl Medan Merdeka Selatan diarahkan ke belokan U menuju Jl Medan Merdeka Timur, dan juga mengarah ke wilayah Cikini.

Akibat penutupan jalan, kemacetan tak terhindarkan di Jl Medan Merdeka Selatan. Terlebih, karena kendaraan kian menumpuk karena jam pulang kantor.

Puluhan petugas polisi nampak mengatur lalu lintas dibantu oleh sejumlah anggota Satpol Balikota. (detiknews.com)


Sunday, February 27, 2011

Late Night Soul Music........

Heard this on the way home from work a few minutes ago. Hadn't heard this in years and forgot just how much I loved this album & how damn good James Brown was.

Brings back a lot of memories. When I was just a young teen, 13 or so, I had a poster of JB on my wall. It blew MyOldMan's mind. Growing up where we did, the radio was full of great music on the AM dial. That's about all there was back then and when FM came on, that made radio even better.

I've mentioned here before how much influence my older brother Shop Teacher Bob had on me music wise. I'm pretty lucky to have had a guy with his shit together buying all the records and picking the radio stations when I was a snot nosed kid.

OK, long crappy day in the ER today and I need to shower and de-funkify my ass after dealing with multiple variations of The Toxic Avenger or some such shit. Never seen so much concentrated MRSA in one place. Ugh! I almost stopped at the car wash on the way home and paid to have MY ass scrubbed clean. Surprisingly enough, MethHeads seem to have a lot of MSRA. Who would'a thought?

Gratuitous Picture for a Late Sunday Night-







A photo of Poles and Polish Americans.


Do we look like scum to you?


If so, why? 







On July 28, 2007, the Boston Globe published "Silence Lifts on
Poland's Jews," an essay by Rabbi Joseph Polak, Director of the Florence
and Chafetz Hillel House at Boston University.

Rabbi
Polak's essay is now on the homepage of the Museum of the History of Polish
Jews.

That is unfortunate.

Quickly
after its 2007 appearance in the Boston Globe, a fan cut and pasted Rabbi
Polak's essay to another website, with a new title. The new title was
"Polish Scum."

Rabbi Polak, in "Silence
Lifts on Poland's Jews," exploits the brute Polak stereotype that "Bieganski"
exposes and critiques.

Rabbi Polak's essay begins with
his equation of Poland with the murder of Jews. Poland has no other identity in
Rabbi Polak's essay.

Jews, Rabbi Polak reports,
"were brought there to be murdered." Note Rabbi Polak's use of the
passive voice. Had Rabbi Polak used the active voice, he would have had to
identify who brought Jews to Poland
to be murdered. Rewrite Rabbi Polak's opening sentence in the active voice: "German
Nazis brought Jews to occupied Poland to murder them."

That is a very different sentence.

Provide a key
detail: "German Nazis brought Jews to occupied Poland to murder them in
concentration camps that included Polish prisoners and Polish victims."

With the inclusion of that key detail in the opening sentence,
the entire essay becomes a different essay.

In Rabbi
Polak's lengthy essay, Germans are mentioned, once, in passing, in the third
paragraph. What did these Germans do? They offered "a little help" to
Poles in murdering Jews.

In Rabbi Polak's worldview, now
sanctioned by the Museum of the History of Polish Jews, Germans didn't build
Auschwitz to incarcerate, torture and murder Poles, eighteen months before its
dedication to Jewish victims – although, in historical fact, they did. Germans
didn't kill Poles for helping Jews – again, they actually did. Germans didn't
commit what historian Michael Phayer called a
genocide of Polish Catholics
, before they got down to the genocide of the
Jews. But they did. In Rabbi Polak's essay, none of that happened. Rabbi Polak's
selective focus contributes to his depiction of Poles as scum.

Rabbi Polak allows that, in 2007, after his visit, "Poles
are finally beginning to deal with these ghosts in their midst."

Rabbi Polak's word choices locate essentially anti-Semitic Poland,
languishing in the past, and contrast that Poland with the future, and modern,
evolved persons like himself and other non-Poles, who visit Poland and teach
Poles about their debased state.

Thanks to visits like
his, Rabbi Polak reports, Poles are learning to be "thoughtful." They
are learning to be "truthful." Poland is "turning a
corner," an American expression meaning to begin a new direction. Before
the arrival of Rabbi Polak and others like him, not thought and truth, but
stupidity and lies, had constituted the Polish character.

Poland, foolishly, saw itself as a "victim among victims" of
Nazi aggression.

In fact, Rabbi Polak and other
disseminators of the brute Polak stereotype are the ones who falsify history.
Poland very much was a "victim among victims." To deny Nazism's, and
communism's goals and crimes against Poland is tantamount to Holocaust denial.







Warsaw, 1945 source





Poland, Rabbi Polak reports, never referred to its Jews;
Poland was silent. Again, this is false. Poles very much did address the
Holocaust before the arrival of Rabbi Polak; this is recorded in English-language
books that Rabbi Polak could and should have cited, including several volumes
of "Polin: Studies in Polish Jewry" and "Bondage to the Dead."

It is true that public discourse about anything and everything
was deeply distorted and truncated under the Communists. This distortion of
public discourse was proverbial and all-pervasive. Public discourse was
corrupted around everything from Soviet economics – "We pretend to work
and they pretend to pay us" – to the chronic shortage of feminine hygiene
products. A government that penalizes citizens for mentioning consumer-goods
shortages is not going to allow vigorous discussion of the Holocaust.

Though not hampered by Soviet oppression, American and Israeli
Jews also long-delayed their own response to the Holocaust. As Peter Novick,
Jerzy Kosinski and Tom Segev have pointed out, there was measurably more
attention paid to the Holocaust in America and Israel generations after WW II ended
than during the war itself.

Even so, even under
impossible conditions, Poles managed to publish essays, poetry, and broadsides,
and to make films. Poles like Czeslaw Milosz, Jerzy Ficowski, Jan Blonski,
Marcel Lozinski and Wladyslaw Bartoszewski, and institutions like the
Jagiellonian University, took up the issue of the Holocaust and Polish
culpability when it was risky to do so. Even simple Polish wood carvers chose
to commemorate Poland's lost Jews in their carvings, and announced that they
did so to rescue the memory of their lost Jewish neighbors.

Jerzy Kosinski visited Poland, his birthplace, long before Rabbi Polak got
there. In 1988, he published an essay about his experience. He wrote that returning
to Poland after many years away, he was eagerly received by young people.
"With so much Jewish cultural legacy steaming from the spiritually fertile
Polish soil, to these young men and women Polish-Jewish relations are a mystery
– mystery, not stigmata. They are as prompted to know me better as I am eager
to know them." This process was a mutually fruitful exchange, Kosinski
reported. He reported that he was so "rejuvenated by what I found within
myself during my twelve days in Poland [that] I started a new romance with my
thousand-year-old, Polish-Jewish soul."

Rabbi Polak
says that Poland's treatment of Jews was a "mixed bag," that Poland
made an effort, "centuries long, of preserving the Jews' otherness."
This statement is bizarre. Jews enjoyed a great deal of autonomy in Poland.
Leaders of the Jewish community used that autonomy to preserve Jews' otherness.
Every historian working on Polish-Jewish relations agrees on this point. The
average Boston Globe reader would not know that. Thus, Rabbi Polak gets away
with saying something that is utterly contrary to the historical record –
something that serves a racist stereotype.

Because Poles
are themselves so unevolved, outsiders, modern, superior, non-Poles, must, as
Rabbi Polak puts it, "make Poland itself cry for its murdered Jews."

No Pole, before Rabbi Polak and other superior, modern people
arrived, has ever felt any sadness over the Holocaust. As Rabbi Polak puts it,
visitors will ask, "Does anybody here miss them?" It will take
outsiders to bring to Poles' attention that they haven't the emotional depth to
miss or to mourn Poland's murdered Jews. Again, these non-Polish visitors will
force upon debased Poles a key question: "Why Poland did so little to
save" its Jews.

Why did Poland do so little to save
Jews? Rabbi Polak leaves the question a rhetorical one. He never attempts to
answer it. Answers are complicated, of course. One quick and easy answer is the
conditions of Nazi occupation in Poland. This catastrophic, genocidal
occupation is a bagatelle to Rabbi Polak. Poland murdered its Jews, Rabbi Polak
says, "with a little help from Germans," mentioning the Germans only
once, in passing, in his lengthy essay. Poland and the Poles' debased essence
are fully responsible for the Holocaust. As Rabbi Polak puts it, "death
oozes everywhere from its [Poland's] pores."

After
I read Rabbi Polak's piece in 2007, I was troubled. How to describe, in a short
essay that the Boston Globe might consider publishing, in fewer than one thousand
words, all that was misleading, racist, and harmful in Rabbi Polak's piece? How
to present deeply complicated truths?

I wrote the piece,
below, and sent it to the Boston Globe and the rabbi himself. Weeks went by. I
received no reply from the Boston Globe. I resubmitted and received a form
rejection.

***


Below, please find my response to "Silence Lifts on Poland's Jews" submitted to, and rejected by the Boston Globe:





***





In 1941, Oswald
Rufeisen was walking along a street. A peasant passed on a horse cart. The
stranger gestured for Rufeisen to join him. "The Nazis are murdering Jews.
I will hide you." Rufeisen was incredulous; Germans were civilized. Who
was this Pole? Was this a trap? The Pole persisted. Rufeisen gave in. The Pole
saved Rufeisen's life.

In 1987, I was attending a
Polish-Jewish conference. Our meetings roiled, like a summer thunderstorm. I
had been debating all night with the son of a concentration camp survivor. We
took a break around dawn, silently strolling Krakow's cobblestones. Viewing glistening
dewdrops on a spider web, this young Canadian Jew, who had never before been to
Poland, began to recite, in Polish, the poetry of national bard Adam
Mickiewicz.

I study Polish-Jewish relations. In hell,
one discovers diamonds unavailable in any other mine. One example: Stefania
Podgorska, a Polish teenager who saved 13 Jews thanks to a disembodied voice
that directed her to shelter.

I've read thousands of
books, articles, and internet posts. I've met key historical figures. I've
traveled to Poland and Israel. I've conducted hundreds of interviews. You think
I'm about to say, "This qualifies me." Think again. The more I read,
the more I am agog, the more I want to say, "I have no right to
speak." Because, in the Polish-Jewish narrative, whipsawing plot twists
never let up. One example: after the war, Podgorska was dismissed, by a Jew she
saved, as an inferior and superfluous "goyka." So, I do speak,
because mainstream media simplifies this narrative beyond recognition.

What I think I've learned is this: hate, all hate, is wrong;
and human beings, including those we least suspect, shelter reservoirs of
goodness and strength.

The years before World War Two
were a perfect storm. A toxic cloud circled the globe. Scientific Racism, a
perversion of Darwinism, pitted "races" in a struggle for survival of
the fittest. American racists cited "evidence" that Poles and Jews,
inter alia, were essentially unfit; their entry was barred in 1924. In England,
Nazism's sympathizers included the Duke and Duchess of Windsor. In Poland, some
nationalists, the Endeks, struggling against three occupying empires, rejected
Poland's traditional tolerance, and adopted a Poland-for-Poles stance. World
War I, the Russian Revolution, the Versailles Treaty, and the Depression set the
stage for racism's most diabolical manifestation: Nazism.

Massive, bulky narratives – a thousand years of Polish-Jewish relations
and the black hole of World War Two – are simplified by sound bite culture:
Poles become essential anti-Semites; everyone else, including the British Royal
Family and followers of Oswald Mosley and Churchill and Roosevelt who heard Jan
Karski's report and did not act, the Ivy League universities, the New York
Times, the Atlantic Monthly, that all supported Scientific Racism – everyone –
is exculpated. The essential, brute Polak takes on everyone's guilt. Important
voices like Adam Michnik and Ewa Hoffman have refuted this charge; some of
their fellow Jews have criticized them for mending fences with Poles.

Not Poland's good name – neither vanity nor even honor – is
the treasure at stake here. Read the primary documents of Scientific Racism.
Gathering only enough "evidence" to explain our fellow human beings
as essentially different is exactly racism's error.

We
may convince ourselves that this or that anecdote proves that Poles are
essentially anti-Semitic … that African Americans are essentially lazy … that
Jews are … fill-in-the-blank.

That method of thought,
that is so easy, that is slickly seductive, that rewards our synapses with the
conviction that we've got it all figured out, is what we must resist. Not for
the sake of the Poles. Not for the sake of the African Americans, the Muslims
or the Jews. We must resist that form of thought for ourselves. We must retain
our intellectual and spiritual integrity, in a world that tempts us to believe
that human beings and entire nations can be divided between the good and the
bad, with us, and our nation, always firmly in the former category.

If you asked me where I am, in my twenty years of study of
Polish-Jewish relations, I would tell you that every time I crack a new book,
every time I interview a new source, I take that proverbial
journey-inaugurating first step; I see a new horizon. I can't enumerate here
the facts that counter the sound bite of Poles as essential anti-Semites. I
can, though, say that when you find some evidence that convinces you that your
neighbor is something essentially other than yourself, that is exactly when you
must begin to question.

***

When his
"Polish Scum" essay first appeared, I emailed Rabbi Polak and
informed him of my concerns. Other concerned Polonians did, as well. Rabbi
Polak was intransigent; he reported no movement in this thoughts about Poles.

I have sent Rabbi Polak an e-mail informing him of this blog
post, and invited him to respond. If Rabbi Polak does respond, I will post his
entire response, unedited.

Kebaikan SBY Vs Keburukan SBY - Lagi marak di perbincangkan tentang kebaikan dan juga keburukan SBY. Info yang ada di sini bukan untuk menilai sifat Pak Presiden SBY ((Susilo Bambang Yudhoyono) tapi hasil penelusuran dari google.

Telah ramai dibicarakan di forum terbesar di Indonesia itu, apalagi kalau bukan kaskus, disini bukan membicarakan tentang sifat pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) tapi tentang google. “Lho, kok ke google segala..??”, Tenang, mari kita baca artikel ini lebih lanjut.

Jadi gini coba agan googling dengan keyword “Kebaikan SBY”, pasti kita disangka salah tulis dan memberikan alternatif keyword “Keburukan SBY” seperti gambar dibawah,,


Kalau mau membuktikannya anda bisa langsung Klik Disini. mungkin orang-orang yang mencari di google kebanyakan dengan keyword “Keburukan SBY” karna kata Kebaikan dan Keburukan  beda tipis, jadi google mengejakannya jadi Keburukan

Pilkada Tangsel : Gelar Pilkada Ulang Di Tangerang Selatan - Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) ulang Kota Tangerang Selatan digelar pada hari Minggu tanggal 27/2/2011.

Topik berita Pilkada tangsel 27 Februari 2011.

Minggu, 27 Februari 2011 14:31 WIB
Bawaslu: Kita tak Ingin Jatuh ke Lubang yang Sama
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melalui anggotanya, Wahidah Suaib berharap tidak ada lagi gugatan dalam pemilukada ulang Tangsel

Minggu, 27 Februari 2011 14:22 WIB
KPPS Banyak tak Tahu Aturan Baru KPU
Anggota Bawaslu, Wahidah Suaib mengaku banyak dari Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) dalam Pemkilukada ulang Tangerang Selatan

Minggu, 27 Februari 2011 13:40 WIB
Andre Maknai Positif Pantauan Pihak Asing
Calon Walikota Tangerang Selatan Andre Taulany membantah adanya pantauan dari pihak asing terdapat kepentingan terselubung.

Minggu, 27 Februari 2011 13:04 WIB
Kubu Arsid-Andre Temukan Sejumlah Kecurangan
Muhammad Jembar mengakui adanya temuan kecurangan dalam pemilukada ulang di Tangsel ini.

Minggu, 27 Februari 2011 12:28 WIB
Ada Daftar Pemilih Fiktif di TPS 21
Ditemukan sejumlah temuan adanya pemilih fiktif di TPS 21, di Komplek UIN, Pisangan, Ciputat.

Minggu, 27 Februari 2011 10:59 WIB
Andre Harap Masyarakat Tetap Beri Hak Suara Meski Hujan
Andre Taulany yang menjadi calon wakil wali kota berharap agar masyarakat tetap semangat memberikan hak suaranya, meski sedang hujan

Minggu, 27 Februari 2011 10:31 WIB
Andre: Hasil Survey Buat Referensi Saja
Andre Taulany menegaskan pihaknya tidak akan bergantung pada hasil survey

Minggu, 27 Februari 2011 10:00 WIB
Andre Taulany dan Istri Nyoblos di TPS 25
Andre berpakaian abu-abu, tiba di TPS 25 tepat pukul 09.20 bersama istrinya, Rein Wartia Trygina

Minggu, 27 Februari 2011 08:25 WIB
Hari Ini Tangsel Gelar Pilkada Ulang
Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) ulang Kota Tangerang Selatan digelar, Minggu (27/2/2011) (http://www.tribunnews.com/topics/pilkada-tangsel)


Penghujung Cintaku Pasha Ungu (Souvenir Video Klip) - Video Klip Penghujung Cintaku merupakan sebuah survenir di acara  Pernikahan Pasha Adelia Wilhelmina   tengah dipersiapkan vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo Syamsuddin Said alias Pasha yang akan melepas masa dudanya bersama Adelia Wilhelmina.

Single "Penghujung Cintaku" yang dibuat video klipnya, sengaja dipilih mantan suami Oki Agustina tersebut untuk menjadi kenang-kenangan di hari pernikahan yang rencananya digelar pada 27 Maret 2011 nanti di Bandung, Jawa Barat.

"Iya, memang untuk suvenir pernikahan. Kalau bisa jadi suvenir dan bisa didengarkan sama semua orang juga, jadi tidak hanya undangan saja," kata Pasha dan Adelia saat dijumpai di Cafe Brasscerry Plaza Sentra Bisnis Kemang, Jalan. Kemang Raya No. 2, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (26/2/2011) sore.

Awalnya, Pasha sama sekali tidak terfikir untuk membuat video klip "Penghujung Cintaku". "Menurut gua sendiri tidak biasa. Ternyata ada ide dari teman-teman, 'Kenapa enggak bikin satu lagu untuk dinyanyiin dan dijadikan suvenir'," ujar Pasha menirukan saran teman-temannya.

Dari saran tersebut, Pasha kemudian menanggapinya dengan serius. "Ya sudah akhirnya kami ngobrol, kami putuskan untuk jadi single album yang di mana kami akan rilis single lagu ini dan masuk radio juga. Akhirnya kami putuskan untuk bikin video klip plus untuk bikin suvenir di hari spesial kami," jelas Pasha.

Khusus untuk survenir pernikahannya, Pasha menyiapkan sekitar 2000 CD video klip "Penghujung Cintaku". "Iya nanti dalam bentuk CD, tapi belum tau berapa, minimun sekitar 2000," kata Pasha.

"Ide bikin suvenir ini tidak biasa, jadi mungkin akan dibuat semacam CD lagu yang kami nyanyiin bareng kan pasti enggak ada kan dan hanya ada di suvenir kami," lanjutnya. (palembang.tribunnews.com)

Pernikahan Pasha Adelia Wilhelmina 2011 Kenang-Kenangan Suvenir Pernikahan Video Klip Ungu Penghujung Cintaku - Acara pernikahan Pasha Ungu dan Adelia Wilhelmina rencananya akan di laksanakan pada tanggal 27 Maret 2011 di Bandung, Jawa Barat. Seperti apa persiapan dilangsungkannya pernikahan selebritis indonesia Pasha-Adelia Wilhelmina.

Sebuah suvenir pernikahan tengah dipersiapkan vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo Syamsuddin Said alias Pasha, yang akan melepas masa dudanya bersama Adelia Wilhelmina. Single "Penghujung Cintaku" yang dibuat video klipnya sengaja dipilih mantan suami Oki Agustina tersebut untuk menjadi kenang-kenangan pada hari pernikahan yang rencananya digelar pada 27 Maret 2011 di Bandung, Jawa Barat.

"Iya, memang untuk suvenir pernikahan. Kalau bisa jadi suvenir dan bisa didengarkan sama semua orang, jadi tidak hanya undangan," kata Pasha dan Adelia saat dijumpai di Cafe Brasscerry Plaza Sentra Bisnis Kemang, Jalan Kemang Raya Nomor 2, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (26/2/2011) sore.

Awalnya Pasha sama sekali tidak berpikir untuk membuat video klip "Penghujung Cintaku". "Menurut gua tidak biasa. Ternyata ada ide dari teman-teman, 'Kenapa enggak bikin satu lagu untuk dinyanyiin dan dijadikan suvenir'," ujar Pasha menirukan saran teman-temannya.

Dari saran tersebut, Pasha kemudian menanggapinya dengan serius. "Ya sudah, akhirnya kami ngobrol. Kami putuskan untuk jadi single album. Kami akan rilis single lagu ini dan masuk radio juga. Akhirnya kami putuskan untuk bikin video klip plus untuk bikin suvenir pada hari spesial kami," ujar Pasha.

Khusus untuk suvenir pernikahannya, Pasha menyiapkan sekitar 2.000 CD video klip "Penghujung Cintaku". "Iya nanti dalam bentuk CD, tapi belum tahu berapa. Minimun sekitar 2.000 keping," kata Pasha.

"Ide bikin suvenir ini tidak biasa, jadi mungkin akan dibuat semacam CD lagu yang kami nyanyiin bareng, kan pasti enggak ada dan hanya ada di suvenir kami," tuturnya.
(entertainment.kompas.com)


Kronologi Penangkapan Yoyo 'Padi' Oleh Polisi Di Apartemen Sudirman Park Jakarta Selatan - Baru baru ini Yoyo salah seorang personil grup band padi di ringkus oleh polisi karena terlibat narkoba. Seperti apa kronologi penangkapan dan peristiwa diringkusnya Yoyo Padi oleh polisi?


Drummer band Padi, Yoyo ditangkap polisi karena kasus narkoba pada Minggu (27/2/2011) dini hari di Apartemen Sudirman Park, Jakarta Selatan. Ini dia kronologi penangkapan mantan suami penyanyi Rossa itu.

Kanit 2 Direktur Narkoba Bareskrim Mabes Polri, Siswandi mengungkapkan pihaknya sudah mengincar Yoyo sejak lima bulan lalu. Pemilik nama lengkap Surendro Prasetyo itu masuk dalam daftar 12 artis yang diduga sebagai pengguna narkoba.

Berikut kronologi penangkapan Yoyo yang dibeberkan Siswandi saat ditemui di gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Minggu (27/2/2011),

Rabu (23/2/2011), polisi sudah mulai memantau aktivitas Yoyo di apartemennya, Sudirman Park, Jakarta Selatan.

Sabtu (26/2/2011), pukul 21.00 WIB, polisi mengetahui kalau Yoyo tinggal di lantai 40 Sudirman Park Tower B. Sayangnya, polisi belum mendapatkan nomor apartemen Yoyo.

Sabtu (26/2/2011), pukul 22.00 WIB, polisi akhirnya mengetahui Yoyo tinggal di apartemen nomor 40 BA. Setelah itu, polisi pun memastikan apakah Yoyo berada di apartemen itu.

Minggu (27/2/2011), pukul 00.30 WIB, polisi akhirnya memutuskan untuk menggerebek apartemen Yoyo. Mereka pun menangkap Yoyo dan menemukan barang bukti berupa, shabu seberat 0,5 gram beserta alat hisapnya. Saat ditangkap, Yoyo tidak sedang menggunakan shabu.

Minggu (27/2/2011), pukul 02.00 WIB, Yoyo tiba di kantor BNN untuk menjalani penyelidikan dan melakukan tes urine. (detikhot.com)


Yoyo Padi Di Tangkap Polisi Konsumsi Shabu-Shabu - Yoyo, drumer grup band Padi terlibat kasus narkoba. Yoyo yang nama lengkapnya adalah Surendro Prasetyo itu ditangkap oleh polisi pada hari Ahad tanggal 27 februari 2011 dini hari di Apartemen Sudirman Park oleh satuan narkoba Mabes Polri. Yoyo kedapatan tengah menggunakan narkoba psikotropika jenis sabu-sabu.

Adapun berita Penangkapan selebritis indonesia bernama Yoyo terkait dengan sabu itu telah dibenarkan oleh Kepala Sub Direktorat II Bareskrim Mabes Polri Kombespol Siswandi. Ketika di tangkap Yoyo menggunakan narkotika jenis sabu di Apartemen Sudirman Park Tower di Kamar 440.

Menurut Siswandi, Yoyo memang sudah lama menjadi target operasi polisi. Bahkan, kata Siswandi, Yoyo sudah lama menjadi pengguna narkotika jenis heroin. Itu sudah dijalani selama 10 tahun. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, mantan suami penyanyi Rosa itu beralih ke sabu karena pasokan heroin terputus.

Dari tangan Yoyo, polisi menyita sabu seberat 0,5 gram berikut alat hisapnya. Keduanya kini disita sebagai barang bukti. Yoyo saat ini masih menjalani pemeriksaan di Gedung Badan Narkotika Nasional Jakarta Timur. (metrotvnews.com)

Saturday, February 26, 2011

Juwita Bahar Hamil?? Anak Anisa Bahar Dilarang Hamil di Luar Nikah - Setelah sempat kisruh dengan ayahnya, Memo Sanjaya, kehidupan artis remaja anak artis Anisa Bahar ini tak luput dari rumor gosip tak sedap. Dan rumor tak sedap terbaru yang beredar saat ini mengatakan Juwi tengah berbadan dua.

Sekian lama absen dari layar kaca putri Anisa buah pernikahan dengan Memo Sanjaya itu kini nampak berbeda. Badannya terlihat bongsor dan penampilannya pun terkesan lebih dewasa dari usianya yang baru menginjak usia 15 tahun. Benarkah juwi berbadan dua?

"Sama siapa? Juwi kalau ditanya juga nggak pernah ngaku sih," becandaan Anisa kepada Juwi.

Rumor tersebut beredar begitu santer lantaran ada saksi yang melihat Juwi dan pacarnya sedang membeli baju bayi sehingga timbul dugaan kalau Juwita sedang berbadan dua. Ditambah lagi dengan postur tubuhnya yang juga bertambah subur. Namun hal tersebut langsung dibantah si pemilik goyang patah-patah yang saat itu sedang menemani Juwi syuting film layar lebar di Yogyakarta.

"Ya ampun, nggak bener itu. Setahu aku Juwi itu nggak pernah punya cowok, dia masih 15 tahun loh, seumuran Juwi mana mungkin buru-buru nikah," katanya.

Sebagai ibu, Anisa Bahar mengaku cukup mengawasi pergaulan Juwi. Berbeda dengan Memo Sanjaya, Anisa sepertinya siap menghadapi gejolak remaja Juwi yang mulai mengenal cinta. Anisa juga tidak mau percaya begitu saja setiap gosip yang menimpa putrinya.

Walau tidak melarang putrinya pacaran tapi Anisa tidak mau Juwi menikah diusia muda. Karena Anisa beranggapan prahara artis yang menikah di usia muda cukup membuat pelajaran untuk Juwi kalau tidak mudah untuk menikah di usia muda jadi jangan nekat lah.

"Ah ada-ada aja, lihat dong perutnya, langsing gini kok dikira hamil. Dasar gosip," ujar Juwi. (suaramerdeka.com)

Dj Riri (Kasus Selebritis Indonesia) Kekasih Alice Norin DJ Alvin Melaporkan DJ Riri Ke Polisi Sebab Tindakan Pengeroyokan - Pria bernama Riri Mestika itu mengaku tidak khawatir dengan pelaporan yang dilakukan Alvin. Riri membantah dirinya yang pertama menyerang Alvin, bahkan ia menolak disebut melukai kekasih mantan istrinya tersebut.

"Lho orang saya yang didatengin ketika saya lagi main (manggung). Terus istri saya lagi di samping panggung malah diganggu. Kita yang diserang. Sejak sebelumnya dia memang sudah nelepon-nelepon nggak jelas," ujar Riri ketika berbincang dengan detikhot, Sabtu (26/2/2011).

Bersama beberapa temannya Alvin menyambangi tempat Riri manggung di Bandung. Akhirnya aksi jotos pun terjadi. Alvin yang mengalami luka-luka di wajah langsung membuat laporan ke Mapoltabes Bandung.

"Saya sempat pegang dia, saya bilang 'loe temen gue, kenapa harus ribut'. Setelah itu saya ngamanin istri saya. Kalau dia babak belur itu bukan ulah saya. Mungkin simpatisan penonton yang nggak terima acara diganggu," jelas Riri. (detikhot.com)

Kebaya Pengantin Terbaru 2011 Model Busana Baju Kebaya Pernikahan Wanita Muslimah - Saat ini perkembangan dunia fashion sudah semakin berkembang. Tak terkecuali dengan kebaya pengantin untuk wanita. Banyak pilihan model busana kebaya untuk wanita muslimah yang ingin menikah.

Kalau dulu trend kebaya di Indonesia lebih menonjolkan ketradisionalannya kini kebaya sudah ikut berkembang mengikuti trend yang ada. Dan wanita muslim yang akan menggunakan kebaya untuk upacara pengantin pun bisa memilih sesuai model yang di sukainya.




Gambar Foto Kebaya Pengantin Terbaru 2011

Kebaya Pengantin Terbaru 2011

KEBAYA PENGANTIN MODERN 2011 Kebaya Pengantin Terbaru 2011 Model Busana Baju Kebaya Pernikahan Wanita Muslimah


Gambar Foto Baju Kebaya Pengantin Wanita 
http://www.naadhirahshop.com

Mulan Jameela Melahirkan Di Rumah Sakit Pondok Indah Berita Kelahiran Mulan Setelah Di Gosipkan Hamil - Penyanyi terkenal Mulan Jameela dikabarkan sedang melahirkan anak ketiganya di RSPI (Rumah Sakit Pondok Indah). Kabar ini merebak di dunia maya. Benarkah ini?

Gosip hamil telah lama menghampiri selebritis indonesia Mulan Jameela. Kini kabarnya Mulan telah melahirkan anak ketiganya di Rumah Sakit Pondok Indah.

Kabarnya Mulan melahirkan pada Sabtu (26/2/2011) sekitar pukul 01.00 WIB. Hingga kini pelantun hits 'Makhluk Tuhan Paling Seksi' itu masih berada di rumah sakit untuk perawatan.

Belum ada keterangan resmi tentang proses bersalin yang dilalui artis yang bernaung di bawah Republic Cinta Management tersebut. Namun isu Mulan telah bersalin sangat santer.

Dari pantauan Detikhot di kediaman Mulan yang berada di kawasan Pinang Mas, Pondok Indah, Sabtu (26/2/2011) sore, rumah tersebut sepi. Sebuah mobil Alphard dengan nomor polisi B 8999 IG memasuki garasi rumah tersebut.

Dari dalam mobil nampak sepasang pria dan perempuan usia senja yang diduga adalah orangtua Mulan. Asisten Mulan pun mendampingi mereka. Sementara kediaman Mulan seperti tidak ada penghuni.

Semenjak isu kehamilan Mulan merebak, janda dua anak itu kerap mengenakan jilbab dan cadar hitam. Beberapa waktu lalu Mulan kepergok sedang berbelanja didampingi Ahmad Dhani di Singapura. (Detik.com)

Video Film Pocong Ngesot (Trailer Youtube) Film Komedi Horor Terbaru Di Bintangi  Azis Gagap - Film Indonesia kemabli di meriahkan oleh film bergenre horor. Kali ini film horor komedi berjuful "POCONG NGESOT" yang salah seorang pemainnya adalah Aziz Gagap.

Pocong Ngesot
Film POCONG NGESOT adalah film berjenis horor komedi yang di produksi oleh Rapi Film. Beberapa pemain yang terlibat dalam film ini adalah komedian azis gagap, Rozie Mahally, fero Walandouw, Keira Shabira dan Leylarey Lesesne.

Berikut ini sedikit sinopsis film pocong ngesot :
Asep (23), pemuda desa yang lugu namun over pede, tertantang untuk mencari pekerjaan layak, demi menikahi kekasih tercintanya, Lilis (22). Sebab, abahnya Lilis, Abah Dading (50), tak pernah setuju putri semata wayangnya berhubungan dengan Asep lantaran Asep kerjanya cuman nggembalain kebo sama ngebajak sawah orang. Abah Dading pengennya Lilis menikah dengan anak kuliahan yang diyakini bermasa depan cerah

Demi membuktikan dirinya mampu menjadi orang sukses dan kaya raya, Asep memutuskan pergi ke kota besar. Setiba di kota, Asep tinggal di rumah kontrakan bersama Kubil, Bonar, dan Wanda. Asep melakukan gerak cepat dengan mengajukan lamaran kerja ke berbagai perusahaan berbekal ijazah SMA-nya. Bingung dan putus asa mulai melanda Asep. Apalagi Asep mendapat kabar bahwa abahnya Lilis sudah menemukan cowok kaya raya buat pendamping hidupnya. Lilis mendesak Asep cepat mendapatkan pekerjaan yang layak. Karena, Lilis telah buat kesepakatan dengan abah bahwa jika dalam jangka 3 bulan Asep belum juga mendapat pekerjaan, Lilis bersedia melepaskan Asep

Bonar dan Kubil menyuruh Asep konsultasi sama dukun. Dukun pun menyarankan Asep nyepi di sebuah pohon trembesi (pohon beringin) yang diyakini keramat. Dukun juga memberikan catatan mantra yang musti dibaca selama nyepi di pohon trembesi keramat itu. Dukun juga mengingatkan agar sesajen yang dibawa musti lengkap tanpa kurang satu apapun

Setelah melakukan nyepi di pohon trembesi keramat, kejadian-kejadian aneh dan konyol pun mengganggu Asep. Entah mengapa, Asep kerap disantroni penampakkan berupapocong ngesot. Dan bukan cuman Asep, Kubil, Bonar, Wanda, Devina dan Pretty juga diganggu penampakkan pocong ngesot. Kekacauan pun tak terelakkan. Pekerjaan yang diharapkan Asep segera diperolehnya setelah menjalani tapa sepi di pohon trembesi, juga tak kunjung ada. Malah, Asep kini ketiban sial melulu. Lalu, tiap dateng mau ngelamar ke perusahaan, Asep diusir tanpa sebab jelas

Asep nyesel nyepi di pohon trembesi keramat. Seandainya Asep berpikir dulu sebelum bertindak. Yah, seandainya. Wajah Lilis pun seakan memudar dari bayangannya. Semua karena Asep takut kehilangan cintanya, Lilis. Berniat mendapatkan nasib baik, malah musibah yang datang. Asep dan teman-temannya pun memikirkan cara agar terbebas dari gangguan pocong ngesot, tuyul, dan wewe gombel. Berhasilkah mereka?
Source : http://ayam-berkokok.blogspot.com/2011/02/pocong-ngesot.html




Friday, February 25, 2011

Friday Night Music.............
Listened to the Dave Mason Song in the post below again and got on a YouTube jag of old songs.
Figure I ought to share a few with ya.

First off, another Dave Mason song from that same great album -


That lead me to an old Bob Welch tune from his time with Fleetwood Mac-


Which lead me to Todd Rundgren.


The Runt was such a good song writer ought to have another from that album-


Saw these guys live one time. One of 2 shows I went to that ended up in full blown riots-


Gotta have this one. Spirit-


The OTHER show that turned into a full blown riot-


Good enough for now.

Gratuitous Picture for a Friday Night-

"Just follow me and don't step on my foot"



tokyo anime wallpaper, tokyo widescreen wallpaper, tokyo police club wallpaper, anime wallpaper, tokyo wallpaper hd, myspace tokyo wallpaper

The Tokyo Metropolitan government administers the twenty-three special wards of Tokyo, each governed as a city, that cover the area that was the city of Tokyo as well as 39 municipalities in the western part of the prefecture and the two outlying island chains. The population of the special wards is over 8 million people, with the total population of the prefecture exceeding 13 million. The prefecture is part of the world's most populous metropolitan area with 35 to 39 million people (depending on definition) and the world's largest metropolitan economy with a GDP of US$1.479 trillion at purchasing power parity in 2008, surpassing even New York City, which ranks second on the list.

When the super-elite ultrarunners blog, there are three topics that seem to always come up:

  • Why isn't there a race that can truly decide who is the best ultrarunner? (Western States doesn't allow everyone, North Face races have cash but don't seem to count towards Ultrarunner of the Year, etc, etc.)
  • Why isn't there more money in this sport so I can get P-A-I-D?
  • I win, but Dean Karnazes gets all the press. When will the world focus on the real champions? (Dean is on Regis and Kathy all month - jealous?)
Well, the folks at Trail Runner Magazine and Bad to the Bone Sports have thrown down the gauntlet and created the Ultra Race of Champions, a new 100k race in the Blue Ridge Mountains of Virginia with a $10k prize purse (see press release below). Geoff Roes has already signed on as the UROC Elite Athlete Liason, so you know he's in.

Looks like this race could address all of the above issues. It's in September (enough time away from Western States in June, TNF 50 in December, and other big races), Trail Runner Mag will certainly push the press and the UROC title, there's some decent dough-re-me, Roes can help attract a thick roster of top male and female runners, the 100k distance allows both 50-milers and 100-milers to give it a go, and Gill and Francesca at Bad to the Bone Sports certainly knows how to put on a good race.

Let the games begin!!! Can't wait to see who will be toeing the line.

SD

[press release]

Trail Runner Magazine and Bad to the Bone Endurance Sports Announce
First Annual Trail Runner Ultra Race of Champions


February 25, 2011, Carbondale, CO, and Charlottesville, VA—Trail Runner magazine and Bad to the Bone Endurance Sports have joined forces for the first-ever ultrarunning championship race. On September 24th, 2011, the world’s best ultrarunners will race for 100 kilometers and compete for a slice of the $10,000 prize purse in the Trail Runner Ultra Race of Champions (UROC).

“Until now, there has been no definitive ultra championship race,” says current Western States 100-Mile Endurance Run record holder, Geoff Roes, also the Trail Runner UROC Elite Athlete Liaison. “Most elite runners want a race that will guarantee them a chance to run against other top runners, and those I've spoken with say they are willing to change their racing schedule for the opportunity to run the inaugural Trail Runner UROC.”

Directed by Bad to the Bone Endurance Sports, UROC is the creation of J. Russell Gill and Francesca Conte, founders of Charlottesville Running Company and Bad to the Bone. “We want this to be the event,” says Gill. “We’ve been developing the concept for several years, and are doing everything possible to bring the best of the best together for one day, while keeping Trail Runner UROC open to all runners.”

The 2011 race will take place just outside of Charlottesville, within Virginia’s scenic Blue Ridge Mountains. And while the world’s best ultrarunners will contend for a cash purse, UROC encourages runners of all abilities to come out and share the course. Trail Runner UROC strives to support the intimate “family” culture of trail and ultrarunning.

The out-and-back 100K course features 12,948 feet of elevation gain and loss, 32 miles of singletrack, 25 miles of mountain gravel roads and five miles on the picturesque Blue Ridge Parkway. And for runners looking for a shorter challenge, the Great Eastern Endurance Run 50K and Half Marathon Trail Races will take place the same day and share sections of the Trail Runner UROC course.

The goal of UROC is to gather as many elite ultra runners as possible. Elite runners will be invited based on the recommendations of a Trail Runner UROC advisory panel and their performances at events such as: Ultra-Trail du Mont-Blanc, the four Grand Slam 100-mile events (Western States 100-Mile Endurance Run, Vermont 100-Mile Endurance Run, Leadville Trail 100-Mile Run and Wasatch Front 100-Mile Endurance Run) and other select ultra races around the world.

“We’re excited to partner with such experienced and respected trail runners and race directors as Gill and Francesca to promote and grow this unprecedented event,” says Michael Benge, Editor of Trail Runner magazine, the official media sponsor of UROC. “The Trail Runner UROC constitutes the first-ever formal ultrarunning championship, the veritable Superbowl of Ultrarunning.”

Registration opens March 14th, 2011, at www.ultraroc.com. If you are an elite runner, email J. Russell Gill at rungillrun@comcast.net or Geoff Roes at grroes@yahoo.com for more information. Visit www.trailrunnermag.com for race updates.

If you are interested in becoming a sponsor of the Trail Runner UROC, please email J. Russell Gill at rungillrun@comcast.net or Cynthia Bruggeman at cbruggeman@bigstonepub.com.

tokyo 2011, japan wallpaper, tokyo night wallpaper
























Tokyo is also one of Japan's 47 prefectures, but is called a metropolis (to) rather than a prefecture (ken). The metropolis of Tokyo consists of 23 city, Includes travel, shopping, amusement, and hot springs information. Provided by the Tokyo Metropolitan Government.

World in Changes..........
Woke up with the old song by, Dave Mason by that title in my head this morning. Bound to be the EarWorm for today. Could be worse.

Went to sleep and it was raining like hell out. Woke up this morning to snow on the ground.
Changes indeed.

Had strange and unsettling dreams last night.

I probably shouldn't have read this article It's Never Just the Economy, Stupid left in the comment section below by my Genius Brother who can build anything, Shop Teacher Bob.

Especially after reading T L Davis - Alvie Zane - The Catman and the GOA Report for Your Representatives on "Project Gunwalker" about how the ATF helped Mexican Drug Gangbangers Kill a Border Patrol Agent. I've been watching the "Project Gunwalker" scandal slowly bloom and maybe it's finally gonna break to the SonzaBitches in the Mainstream Media who have been studiously avoiding it. I've been remiss for not talking about it here before. Sorry about that.

That's a whole lot of things there that'll get your mind moving. We all know that the brain never sleeps like the rest of our body does and I should expect a bit of weirdness during sleepy time I suppose after ingesting all that.

OK, lots there for ya to read and digest yourselves. I got work to do outside.

Here's Dave Mason for ya singing the song that was in my head this morning-



Gratuitous Picture for a Friday Morning-



Thursday, February 24, 2011

"It Was a Dark and Stormy Night".............
Actually, it IS a dark and stormy night out there. A cold rain is falling, but for February it could be snow so I guess I shouldn't complain.

Not much going on here at the Compound today and I got nothing for ya. Sorry about that just one of those days.

Maybe tomorrow.

Gratuitous Picture for a Thursday Night-



Cut Tari Masuk Nominasi Panasonic Awards Daftar Nominator Kategori Presenter Infotainment - Kemunculan nama Cut Tari sebagai salah seorang nominator Panasonic Gobel Awards tampaknya cukup mengejutkan.

Ada yang menarik dari perhelatan Panasonic Gobel Awards (PGA) tahun ini. Artis selebritis indonesia yang kini tersangkut kasus video porno, Cut Tari menjadi nominator dalam kategori presenter infotainment.

Mantan presenter infotainment Insert itu akan bersaing dengan nominator lain, yakni Fenny Rose, Indra Herlambang, Ruben Onsu dan Irfan Hakim.

Menurut Rinaldi Sjarif selaku Vice President PT Panasonic Gobel Indonesia, para nominator di acara yang bertemakan Bersama Untuk Bumi Indonesia itu dilakukan secara ketat oleh tim verifikasi.

"Acara ini telah melewati tahap verifikasi oleh tim khusus yang terdiri dari praktisi dan individu yang kredibel di bidang pertelevisian dan hiburan," ujarnya dalam konfrensi pers Panasonic Gobel Awards di Hotel Crown, Jakarta, Kamis (24/2/2011).

Untuk tahun ini, terdapat 27 penghargaan yang terdiri dari 11 kategori insan televisi dan 16 program acara terfavorit pilihan pemirsa.

Rencananya, malam puncak Panasonic Gobel Award ke 14 akan disiarkan secara langsung oleh televisi yang bernaung dalam MNC Grup seperti RCTI, Global TV dan MNC Tv pada 25 Maret 2011.

Seperti diberitakan, Cut Tari menjadi nominator dalam kategori presenter infotainment di ajang Panasonic Gobel Awards ke-14. Dalam acara yang akan digelar pada 25 Maret 2011 itu, Cut Tari akan bersaing dengan nominator lain, yakni Fenny Rose, Indra Herlambang, Ruben Onsu dan Irfan Hakim. (celebrity.okezone.com)

Wednesday, February 23, 2011

Surat Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari - Isi Surat Putri Nurdin Halid ke Rakyat Indonesia - Gencarnya berita tentang kritikan dan tuntutan untuk mundur kepada ketua umum PSSI Nurdin Halid membuat putri Nurdin Halid bereaksi.

Gencarnya baca Berita Nurdin Halid Dikecam Disuruh Mundur Hingga Daftar Dosa-Dosa Nurdin Halid tuntutan mundur kepada Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid membuat sejumlah pihak bereaksi membela, tak terkecuali putri satu-satunya dari Nurdin Halid, Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari.

Kritik pedas nan tajam cenderung berbau makian kepada sang Ayah terkait posisinya di PSSI sepertinya membuat Nurhilda gemas. Ia pun membuat 'pledoi' dalam kacamatanya sebagai anak.

Dalam rubrikasi sepakbola Kompasiana, ia yang menyebut dirinya Nurhilda putri dari Nurdin Halid menulis jika sang Ayah sesuai namanya adalah cahaya agama yang kekal. Seperti apa pembelaan sang anak atas kecaman beruntun seantero Indonesia yang ditujukan buat sang ayah? Berikut surat terbuka Nurhilda seperti dikutip dari Kompasiana.

Salam damai rakyat Indonesia,

Perkenalkan saya Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari, putri Bapak Nurdin Halid yang belakangan ini sedang diributkan oleh orang-orang. Saya satu-satunya putri dari enam bersaudara anak pasangan Nurdin Halid dan Andi Nurbani. Dari susunan keluarga ini saja saya sudah bisa melihat bahwa ayah saya orang hebat. Gen laki-laki sangat kuat. Kentara sekali gen orang Bugis dengan karakter lelaki yang kuat. Ya, ayah yang dilahirkan di Watampone pada 17 November 1958 memang dari keluarga Bugis.

Saya sengaja menulis surat ini lantaran ayah terus menerus dihujat. Masyarakat tampaknya termakan berita-berita di televisi maupun surat kabar. Sebenarnya, kalau mau fakta yang sesungguhnya, ada baiknya melihat tayangan tvOne dan ANTV, atau baca vivanews.com. Ketiga media ini menyuguhkan berita-berita independen tanpa prasangka. Sementara media lain lebih berat untuk menjatuhkan ayah saya. Menurut saya ini bukan lantaran ketiga media itu milik keluarga Aburizal Bakrie, senior ayah saya di Golkar, tetapi media itu ditangani orang-orang profesional macam Karni Ilyas, maupun Uni Lubis.

Sesungguhnya, tak benar jika ayah serakah kekuasaan. Ayah saya sekadar bumper dari orang-orang lain. Kisruh calon ketua PSSI bukan lantaran ulah ayah saya, tetapi kerja tim verifikasi. Lalu, kenapa ayah saya yang dihujat? Ini kolektif PSSI bukan Nurdin Halid!

Buat apa ayah saya cari kekuasaan di PSSI? Toh sebagai pengusaha, ayah saya sudah kaya. Saya bangga punya ayah Nurdin Halid. Ia bertanggungjawab kepada keluarga. Ada hal berkesan darinya saat saya nikah tahun lalu. Ayah sungguh-sungguh memperhatikan kepentinganku. Aku bisa pesta di hotel mewah di Makassar, Hotel Clarion. Di ballroom pula! Pesta berlangsung meriah dengan balutan “kemegahan”. Ayah orang hebat, terbukti 8.000 orang undangan hadir di pesta pernikahanku.

Kata omku, Kadir Halid, khusus pesta pernikahan di Makassar menelan biaya Rp 1,5 miliar-Rp 1,8 miliar. Total biaya tiga acara, Jakarta, Makassar, dan Sinjai konon menghabiskan Rp 5 miliar. Untuk menghibur tetamu, keluarga juga menghadirkan artis ternama Tanah Air, duet Anang dan Syahrini. Mereka yang hadir di antara tamu very important (VIP) di antaranya Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo beserta istri Ayunsri Harahap yang memboyong belasan kepala dinas dan kepala biro di lingkup pemerintah provinsi (pemprov). Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh beserta istri, mantan Gubernur Sulsel Amin Syam beserta istri, serta mayoritas bupati di daerah ini juga hadir. Mereka di antaranya Bupati Soppeng Andi Soetomo, Bupati Takalar Ibrahim Rewa, Bupati Jeneponto Andi Radjamilo, Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid, Bupati Maros Hatta Rahman, Bupati Lutim Hatta Marakarma, pimpinan dan anggota DPRD, serta politisi di Sulawesi ini.

Jadi, kalau ayah saya sebagai koruptor, jelas tak ada yang mau hadir dalam pesta perkawinanku. Mana ada lelaki yang mau sama putri seorang koruptor. Malah aku bisa dipersunting keluarga biru, Andi Seto Gadhysta Asapa, putra seorang politisi terkenal Rudiyanto Asapa. Coba, seorang politisi tentu enggan berbesanan dengan koruptor.

Mertuaku tahu, Nurdin Halid bukanlah koruptor. Ketika ayah menjadi direktur Inkud, ia rela ditahan karena memuluskan impor minyak goreng. Padahal ayah membantu para pejabat agar memperoleh bagian dari impor itu. Ayah rela pasang badan di bui demi pertemanan dengan yang lain. Begitupun saat dituduh korupsi cengkeh, ayah saya hanya menjalani jual-beli!. Lalu ada lagi ribut-ribut ayah saya korupsi di PSSI, walah musykil itu. Tak ada uang dari Persisam. Tak ada uang terkait cek perjalanan Miranda Gultom. Ayah saya orang bersih, tetapi iklhlas untuk jadi bumper teman-temannya.

Ayah saya bertanggung-jawab dengan nama Nurdin Halid yang berarti “cahaya agama yang kekal”. Setiap jengkap langkah ayah senantiasa berpayung agama. Maka, ayah pun mementingkan naik haji. Ayah ingin berjalan di jalur Tuhan, bukan syetan yang punya nafsu serakah. Rasanya, rakyat Indonesia keliru menilai ayah saya. Justru saya yang tahu persis, ayah saya orang bersih yang hebat. Sebab, kalau ayah buruk hati pasti ditinggalkan teman-temannya. Sampai sekarang, termasuk di PSSI, orang masih setia kepada ayah. Lihat Om Nugraha Besus. Lihat Om Nirwan Bakrie. Mereka loyal terhadap ayah, karena Nurdin Halid memang cahaya agama.

Mudah-mudahan surat terbuka saya ini menjadi pencerah bagi saudara-saudaraku yang terperangkap gelap. Ayah saya datang membawa cahaya buat saudara-saudara rakyat Indonesia. Terimakasih.

Saya yang membanggakan ayah,
Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari

(tribunnews.com & Mompasiana)


Kuburan Menangis Fenomena Mistis Desi Di Makam TPU Prumpung - Akhir akhir ini muncul fonomena berita Indonesia yang hangat di bicarakan oleh masyarakat. Dan yang baru saja adalah suara tangisan dari sebuah makam di TPU Prumpung.

Fenemona mistis dan unik kembali muncul. Tangisan dari sebuah makam di TPU Prumpung, Jatinegara, Jakarta Timur menyedot perhatian masyarakat. Lantas, faktor apa yang membuat masyarakat mudah terpengaruh dengan hal-hal seperti ini? Baca juga Makam Gus Dur Ambles Jasad Utuh Fenomena Pancaran Sinar Di Makam Gus Dur 

Pengamat sosial, Hermawan Sulistyo menilai, mudahnya masyarakat percaya dengan hal yang berbau mistis lebih disebabkan beberapa faktor. Pertama tingkat kehidupan yang semakin sulit sehingga banyak pengangguran. Kedua sebagai bentuk pelarian masyarakat yang sumpek menghadapi kehidupan.

"Makin sulit kondisi masyarakat makin banyak fenomena seperti ini. Itu namanya escapism, bukan hiburan tapi pelarian dari kesumpekan hidup," jelas Hermawan saat berbincang dengan detikcom, Selasa malam (22/2/2011).

Ketika kondisi itu sudah dirasakan sebagian besar masyarakat, tingkat rasionalitas mereka menjadi berkurang. Masyarakat akan cenderung mudah percaya dengan hal-hal yang secara nalar sulit diterima oleh akal sehat.

"Masyarakat percaya dengan jenglot, UFO yang katanya turun, sekarang kuburan nangis," imbuhnya.

Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Imam B Prasodjo melihat fenomena seperti ini bukanlah sesuatu yang baru di Indonesia. Minimnya tingkat pendidikan serta situasi bingung menjalani hidup mendorong masyarakat tertarik dengan isu-isu mistis.

"Pengaruh tingkat pendidikan, pada saat yang sama situasi bingung masyarakat, keseharian tidak memberi jawaban sehingga mudah tertarik," ungkap Imam.

Imam dan Hermawan sependapat, jika industri film yang banyak mengeksploitasi sisi-sisi mistis dalam karyanya turut mempengaruhi masyarakat. Film-film berbau mistis dapat terus bermunculan karena animo masyarakat yang tinggi.

"Masyarakat yang mistikal diperkuat dengan film-film yang mengaitkan dengan alam gaib, kuntilanak dan setan. Ini masih laku," jelas Imam.

Untuk mencegah agar masyarakat tidak terlalu meyakini fenomena mistis, Imam menekankan pentingnya meningkatkan keimanan, sedangkan Hermawan meminta agar masyarakat dapat berfikir lebih rasional. "Masyarakat harus berfikir rasional," tutupnya.

Makam yang konon dipercaya mengeluarkan suara tangis adalah makam Desi yang baru dikebumikan pada 18 Februari 2011. Kabar burung ini cepat menyebar, ribuan orang langsung berdatangan. Saking penasaran, beberapa pengunjung terlihat menempelkan telinganya ke makam. (detiknews.com)

Della Citra : Mendekam Di Penjara Karena Tuduhan Kasus Penipuan Della Citra Tuntut Rustam Batubara - Della Citra akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) soal penangkapannya dengan tuduhan penipuan. Della siap menuntut Rp5 miliar.

Selebritis Indonesia bernama Della Citra akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) soal penangkapannya dengan tuduhan penipuan. Della siap menuntut Rp5 miliar.

Setelah dijemput paksa pada Senin (21/2) kemarin dan mendekam di penjara Pondok Bambu dengan tuduhan melakukan penipuan sebesar Rp 230, Della Citra tidak tinggal diam. Freed Ferdian, suami dari pedangdut Della Citra akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) untuk memperbaiki nama baik istri dan keluarga.

"Karena proses sudah berjalan, kita akan mengajukan PK untuk menumbuhkan kembali nama baik klien kami. Dan masih kita diskusikan lagi apakah mungkin akan menuntut balik karena merugikan klien kami," ujar Freed Ferdian di kawasan Kota Wisata Cibubur, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (23/2).

Kuasa hukum Zuchli Imran Putra menegaskan jika PK-nya diterima maka pihak Della Citra akan menuntut pelapor sebesar Rp5 miliar.

"Malah mungkin kami akan menggugat Rp5 miliar, tetapi semua masih konsultasi dengan klien kami karena sekarang klien kami masih terguncang, ya mungkin minggu depan," papar Zuchli. (artis.inilah.com)


This Will Go Over Big..............
With the Pro-Illegal crowd.

Bill Calls for Illegals to Be Dumped at Offices of Congressmen

"A measure filed by State Rep. Lois Kolkhorst (R-Brenham) would allow any law enforcement agency that has custody of an illegal immigrant to take the illegal to 'the office of a U.S. Senator or Representative' and leave them there.

1200 WOAI news reports the measure also allows county sheriff's deputies or city police officers to 'request an agent or employee of the United States Senator or United States Representative to sign a document acknowledging the release or discharge of the illegal immigrant at the senator's or representative's office." -
H/T - Roger

As MyOldMan used to say- "That'll go over like a Turd in the punchbowl".
This shit would be funny if it wasn't so damn serious. The Federales in DC who refuse to secure the border and continue to block efforts by the states to do so are gonna be in for a surprise one of these days.

Oh well. Honey Badger, he don't give a shit.



And neither do I anymore. All of those RatBastard Commie SunzaBitches can rot away and die of ass cancer as far as I'm concerned. The sooner the better, too.

Gratuitous Picture for a Wednesday Morning-



LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

FREE HOT VIDEO | HOT GIRL GALERRY